(Bahasa Indonesia) Simposium Nasional Inovasi dan Pembelajaran Sains (SNIPS) 2017

Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

snips00

ITB, 26-27 Juli 2017. Simposium Nasional Inovasi dan Pembelajaran Sains (SNIPS) 2017 yang merupakan kegiatan rutin tahunan telah mencapai edisi ke-7 . Tahun ini, SNIPS dilaksanakan di Aula Timur ITB pada tanggal 26 hingga 27 Juli 2017. Sebanyak 117 peserta terdaftar dengan 109 makalah dipresentasikan pada acara ini. SNIPS 2017 ini diadakan sebagai sarana berbagi informasi bagi penggiat sains seperti para guru, dosen, mahasiswa dan khalayak umum yang bergelut dengan tema inovasi dan pembelajaran sains dan berasal dari 37 institusi pendidikan dan penelitian yang berasal dari dalam maupun luar Bandung. Area bidang SNIPS 2017 cukup luas, meliputi pembelajaran, material, energi, instrumentasi, kebumian, teoretik, komputasi dan lain-lain

Acara SNIPS 207 dibuka pada hari Rabu, 26 Juli 2017. Acara pembukaan ini diawali dengan laporan Ketua Panitia SNIPS 2017 yaitu Dr.Triati Dewi Kencana Wungu. Setelah itu, Wakil Dekan Bidang Sumberdaya FMIPA ITB, Dr.Indra Noviandri memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi rangkaian acara SNIPS 2017. Terdapat dua pembicara kunci pada sesi pleno SNIPS 2017 ini, yang pertama adalah Maman Budiman,Ph.D dari Program Studi Fisika, FMIPA ITB. Pembicara kunci kedua adalah Dr.Andi Suhandi dari Program Studi Pendidikan Fisika, FPMIPA UPI.

snips02

Sesi pleno pertama diisi oleh Maman Budiman,Ph.D dan dipandu oleh Maria Evita,M.Si selaku moderator. Topik yang dipresentasikan mengenai Konservasi Energi Berbasis Teknologi Internet of Things (IoT). Beliau menjelaskan bagaimana penerapan internet untuk mengatur penggunaan energy seperti pada pengaturan air conditioner (AC) dan lampu penerangan jalanan umum (PJU). Beliau menyimpulkan bahwa pada aplikasi IoT, faktor kunci ada pada bagian intelligent dan data analytics, selain itu ilmu fisika mempunyai peran besar untuk mencetak kebutuhan data scientist

Sesi pleno kedua diisi oleh Dr.Andi Suhandi dan dipandu oleh Galih Restu Fardian Suwandi,M.Si selaku moderator. Topik yang dipresentasikan mengenai Pengunaan Conceptual Change Approach dalam Modus Teks Untuk Remediasi Miskonsepsi. Beliau memaparkan bahwa miskonsepsi merupakan masalah yang sangat krusial di dunia pendidikan. Miskonsepsi merupakan persoalan klasik dan mendasar yang dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia, jenis kelamin, dan level pendidikan. Miskonsepsi memiliki dampak iringan yang berantai dan luas. Miskonsepsi dapat diremediasi dengan menggunakan pendekatan pengubahan konsepsi (conceptual change). Pendekatan ini dapat diterapkan pada modus teks interaktif. Beliau membahas pula tentang jenis-jenis modus teks pengubahan konsepsi yang bisa dikembangkan, struktur untuk setiap modus teks, format-format yang dapat digunakan, termasuk yang dipadukan dengan teknologi, serta contoh-contohnya.

snips03

Selain itu, selama dua hari tersebut para pemakalah pun telah mempresentasikan idenya dalam sesi presentasi paralel seperti membuat aplikasi pembelajaran fisika berbasis web dan android agar para siswa lebih memahami pelajaran, membuat modul praktikum, membuat majalah elektronik sampai melakukan demo di depan kelas. Terdapat pula beberapa peserta yang mempresentasikan karyanya dalam bentuk poster, sehingga di akhir acara panitia memberikan penghargaan kepada 3 poster terbaik. Semoga kegiatan SNIPS ini dapat memacu perkembangan pendidikan sains di Indonesia. (GR)