(Bahasa Indonesia) HIMAFI ITB Selenggarakan Grand Final Eureka! 2017

Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) ITB menyelenggarakan Grand Final Eureka! ITB 2017 pada Hari Minggu, 5 Februari 2017 di Aula Barat. Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB itu didukung secara penuh oleh Program Studi Fisika dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Grand Final tersebut berisi beberapa rangkaian acara yaitu Seminar, Talkshow, dan Presentasi Finalis Kompetisi RBL yang dimulai sejak September 2016. Selain itu juga ada hiburan dari HIMAFI Band dan ITB Jazz.

Dihadiri oleh sekitar 100 orang, acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Abdul Waris. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penanaman riset sejak dini pada generasi muda. “Sains adalah hal fundamental yang wajib dikembangkan sebuah Negara jika ingin maju di berbagai bidang”, pungkas beliau. Dalam konteks ilmu pengetahuan, riset adalah salah satu cara untuk menanamkan rasa ingin tahu dan produktivitas dalam diri setiap pelajar / mahasiswa.

gambar1 - Prof. Abdul Waris saat membuka Grand Final
Prof. Abdul Waris saat membuka Grand Final

Seminar diisi oleh tiga pakar yang merupakan ahli di bidang masing-masing. Dari sisi birokrasi, diwakili oleh Dr. L.T. Handoko yang merupakan Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, dari industri ada alumni Fisika ITB angkatan 1999 yaitu Andri Yadi yang juga merupakan CEO DyCode, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan Internet of Things (IoT). Serta dari sisi akademisi diwakili oleh Guru Besar Fisika ITB, Prof. Mikrajuddin Abdullah. Ketiganya menyampaikan pandangan mengenai riset fisika ditinjau dari masing-masing background keahlian.

Acara kemudian dilanjutkan dengan talkshow yang dipandu oleh moderator (Alief, Fisika ITB 2015). Pada sesi tersebut, cukup banyak pertanyaan dari pengunjung yang berasal dari berbagai institusi baik tingkat SMA maupun mahasiswa di Kota Bandung. Selesai talkshow, acara kemudian beralih pada pameran stand dimana pengunjung dapat melakukan vote untuk menilai stand terbaik yang akan dinobatkan sebagai juara favorit.

gambar2 - Talkshow
Talkshow

Pada sesi presentasi alat RBL, para peserta terlihat antusias dalam memamerkan hasil karyanya walaupun cukup banyak kritik dan masukan dari dewan juri. Di akhir acara, setelah melalui diskusi yang cukup ketat, dipilihlah 6 juara yang berhak mendapatkan sejumlah hadiah yaitu trofi, sertifikat, dan uang pembinaan.

gambar3 - Para juara berfoto diatas panggung
Para juara berfoto diatas panggung

(Wildan)