Laporan Seminar Kontribusi Fisika (SKF) 2016

Aula Timur ITB, 14-15 Desember 2016. Telah diadakan Seminar Kontribusi Fisika (SKF) 2016 yang bertempat di Aula Timur ITB. Sebanyak 130 peserta terdaftar dengan 107 abstrak pemakalah telah memeriahkan acara ini. SKF ini diadakan sebagai sarana berbagi mahasiswa fisika, baik di tingkat sarjana, master, dan master pengajaran untuk mempresentasikan hasil risetnya maupun karya yang terkait dalam kuliah berbasiskan RBL (Research Based Learning). Ruang lingkup SKF 2016 meliputi Fisika Teoritik, Fisika Nuklir, Fisika Material, Fisika Kebumian, Instrumentasi, Komputasi dan Pemodelan.

skf2016

Dr. Harry Mahardika selaku ketua pelaksana SKF 2016 mengatakan bahwa SKF tahun ini merupakan pertemuan ide dari program studi Fisika ITB dengan program studi Fisika lainnya seperti Sulawesi, Jawa, Pontianak, Medan, Bengkulu, dan banyak lainnya. Diharapkan dengan diselenggarakannya SKF ini, para peserta dapat mengevaluasi diri dan mengembangkan keprofesiannya sebagai ilmuwan maupun professional seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Pembicara kunci SKF tahun ini adalah Dr. Euis Sustini dari program studi Fisika, FMIPA ITB, Prof. Anto Sulaksono dari Departemen Fisika, UI, dan Didid Syarif, Direktur Utama PT Detmar Indonesia. Dalam paparannya Dr. Euis Sustini menjelaskan kajian penumbuhan Transparent Conductors Oxide (TCO) berbasis ZNO, yang memiliki peranan penting pada perkembangan piranti elektronik saat ini. Kemudian Prof. Anto Sulaksono memberikan presentasi dengan judul Inti Super Berat Dalam Model Medan Rata-rata Relativistik, yang membahas mengenai peran suku-suku tensor isoskalar dan isovektor yang bekerja pada inti nuklir. Dan selanjutnya, pak Didid Syarf membahas mengenai Penjernihan air menggunakan Teknologi Plasma, yang berpotensi dapat memenuhi kebutuhan air bersih untuk masyarakat Indonesia di masa depan.

Selain itu, para pemakalah pun telah mempresentasikan idenya seperti membuat pengolah citra foto digital untuk identifikasi kadar gula darah, analisis medan gravitasi di daerah Tangkuban Parahu, dan system monitoring pada perkebunan hidroponik berbasis teknologi cerdas. Banyak ide kreatif yang telah dibagikan pada SKF 2016 ini.

[Reported by Harry Mahardika, edited by DI]