Menjadikan Keterbatasan Sebagai Motivasi untuk Produktif, Mandiri dan Maju (SS#3)

ss03

Dr.Eng. Muhammad Miftahul Munir, M.Si.
KK Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi

Di era yang penuh kompetisi saat ini, kita dituntut untuk menjadi lebih produktif dalam berbagai hal. Termasuk juga di dunia pendidikan tinggi, salah satu yang menjadi kompetisi adalah penelitan atau riset. Penelitian memang suatu hal yang tidak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan tinggi, karena menjadi salah satu bagian dari tri dharma. Kemajuan riset di suatu perguruan tinggi biasanya sangat ditentukan dengan sarana dan prasarana yang memadai serta dana yang cukup. Keterbatasan dari dua hal ini membuat para peneliti menjadi “malas” untuk melakukan kegiatan riset. Adapun dana yang mungkin sudah didukung dari berbagai pihak termasuk pemerintah kita, namun secara idealis itu belum cukup untuk melengkapi semua kebutuhan-kebutuhan riset yang ada di suatu perguruan tinggi, apalagi riset tersebut membutuhkan peralatan serta bahan-bahan yang harus didatangkan dari luar negeri yang harganya sangat mahal. Keterbatasan sarana dan bahan riset di Indonesia menjadi salah satu alasan ketidakproduktifan para peneliti.

Seorang peneliti yang “tangguh” akan selalu mencari solusi dari setiap kendala di tengah berbagai keterbatasan. Dengan semangat kemandirian dan passion dalam riset, muncul ide-ide untuk membuat sendiri alat-alat penunjang tersebut dengan memanfaatkan alat dan bahan yang dapat diperoleh di Indonesia dan dengan harga yang relatif murah. Tentunya, untuk membuat alat-alat tersebut diperlukan skill dan pengalaman di bidang instrumentasi. Instrumentasi dalam Fisika merupakan salah satu bidang ilmu yang diperlukan dalam berbagai aspek kehidupan modern yang sebagian besar dalam aktifitasnya melibatkan penggunaan instrumen (peralatan). Tanpa disadari bidang instrumentasi menjadi salah satu penunjang yang penting dalam kehidupan manusia. Hal ini terlihat dari besarnya kontribusi bidang instrumentasi dalam perkembangan teknologi. Dapat dibayangkan seandainya kegiatan sehari-hari tanpa disertai perkembangan pada bidang instrumentasi, maka dapat dipastikan kehidupan sehari-hari akan jauh lebih sulit dibandingkan dengan kehidupan saat ini. Dengan adanya pemahaman dan pengalaman yang baik, bidang instrumentasi dapat diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia.

Seperti kita diketahui Indonesia adalah salah satu negara yang sering terjadi bencana. Beberapa bencana alam di Indonesia yang terjadi dan menyebabkan banyak korban diantaranya tanah longsor, gunung meletus, banjir dan tsunami. Dari kondisi tersebut, kelompok riset kami melakukan riset tentang pembuatan instrumen untuk mitigasi bencana. Kegiatan riset yang langsung menyentuh masyarakat seperti pembuatan pengontrolan kelembaban untuk budidaya jamur juga dikembangkan dalam kelompok riset kami. Tidak hanya itu, kelompok kami juga melakukan riset tentang pembuatan instrumen untuk memproduksi dan karakterisasi material yang dapat digunakan untuk filter (udara dan air) dan biomaterial untuk food and drugs dalam riset di bidang bio-farmasi. Riset-riset yang kami lakukan akan dijelaskan dalam seminar staf ini.

[DI]