Mengembangkan Fisika di Era Persaingan MEA (SS#1)

01

 

Prof. Dr. Lilik Hendrajaya
KK Fisika Bumi dan Sistem Kompleks

  • Dalam era persaingan MEA, mengembangkan fisika tidak terlepas mengembangkan lapangan pekerjaan lulusan fisika (cara pandang: kewajiban moral dosen).
  • Ilmu Fisika memang sulit (nalar kuantitatif penuh rumusan dan rumus, terampil kalkulus, nalar mewajibkan mengukur akurat), maka diperlukan cara pembelajaran yang mudah dipahami, yaitu dengan ilustrasi nyata bermanfaat.
  • Mengembalikan Fisika yang terlalu abstrak (?) ke Ilmu Alam (hakekatnya) menghasilkan ilustrasi dan contoh yang mudah dan ternyata sangat mudah menuju memahami dan mengelola Sumberdaya Alam (hayati dan ESDM).
  • Bidang ESDM (Energi dan SumberDaya Mineral) mempunyai banyak peluang kerja, disinilah Fisika yang Ilmu Alam (dari klasik sampai kuantum) dengan sangat mudah menguasai cara-cara pengelolaan melalui hukum-hukum dan prinsip-prinsipnya, ini disebut Fisika -ESDM yang merupakan “terobosan” menggunakan KKNI memasuki pasar kerja.
  • Seluruh bidang bisa “meluncur ” ke Fisika-ESDM: instrumentasi, komputasi, material, biofisika, nuklir , teori .
  • Dunia persaingan dan realita bahwa pemerintah belum bisa mensejahterakan guru dan dosen fisika. Memerlukan carapandang dan paradigma baru dalam bekerja ( kambium, pisau mata dua, dwifungsi dosen ).
  • Di daerah yang kaya ESDM terutama di luar Jawa, disanalah daerah rawan didatangi tenaga asing: Srigala MEA yang akan cari makan di daerah rakyat yang masih tertinggal (3T). Sarjana Fisika (S.Si dan S.Pd) yang dihasilkan di tiap ibukota Provinsi atau kota-kota besar harus mau belajar Fisika-ESDM, menjadi Kancil yang cerdas dan cerdik “melawan” Srigala tersebut. Mari kita bantu. Kita Mampu….
  • Semangat !

[DI]