Eureka ITB 2016 : Innovation for Better Nation

Aula Barat, ITB – Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) ITB mengadakan acara Grand Final Kompetisi RBL Eureka! pada Sabtu, 16 Januari 2016 di Aula Barat ITB. Acara yang terselenggara berkat kerja sama dengan Program Studi Fisika dan juga disponsori oleh Perdana Consulting, Phiwiki, dan Fisika Bumi & Sistem Kompleks tersebut merupakan puncak dari rangkaian kompetisi yang diselenggarakan dari Bulan Oktober 2015. Grand Final Eureka! sendiri terdiri dari Seminar dan demo serta presentasi alat RBL dari 10 finalis dari berbagai daerah se-Jawa & Bali.

Suasana Grand Final Eureka 2016

Rangkaian kompetisi RBL ini dimulai sejak Oktober 2015, yaitu dari seleksi proposal kemudian semifinalis (20 proposal yang disetujui), lalu pembuatan alat dan video peragaan alat. Setelah itu dipilih 10 tim terbaik yang akan berangkat ke Bandung untuk mendemonstrasikan alatnya. “Terima kasih kepada seluruh Panitia Eureka! dan HIMAFI ITB yang telah menginisiasi kompetisi RBL ini. Diharapkan muncul karya-karya inovatif dari para finalis,” ungkap Dr. Widayani selaku Ketua Program Studi Sarjana Fisika ITB dalam sambutannya.

Sejarah RBL

RBL (Research Based Learning) sendiri di ITB sudah dimulai sejak 2005. Hal tersebut diungkapkan oleh Prof. Abdul Waris selaku Wakil Dekan Bidang Akademik FMIPA ITB. RBL bertujuan memfokuskan pembelajaran pada mahasiswa. RBL dapat berupa alat sederhana yang merupakan aplikasi dari konsep-konsep Fisika yang telah dipelajari di kelas. Beliau menambahkan, dengan adanya kegiatan RBL ini sedikit demi sedikit akan memajukan perkembangan sains di Indonesia. “Negara yang maju adalah negara yang sains dan teknologinya berkembang pesat. Kunci perkembangannya terletak pada generasi muda,” tambah beliau. Hal ini sejalan pula dengan motto Kompetisi RBL Eureka! tahun ini, yaitu Innovation for Better Nation.

Seminar

Pada grand final ini juga diisi oleh 3 seminar, yaitu dari Drs. Hariyadi, MT (UPT Balai Pengembangan Instrumentasi LIPI), Dr.rer.nat. Sparisoma Viridi, M.Si (Dosen KK Fisika Nuklir & Biofisika ITB), dan Dr. Fourier Dzar Eljabbar Latief, M.Si (Dosen KK Fisika Bumi & Sistem Kompleks ITB).

Seminar pertama mengenai Riset Indonesia dan Solusi Mengenai Isu-Isu Terkini olehDrs. Hariyadi, MT. Beliau menekankan pentingnya konsep mekanika sebagai induk dari Fisika itu sendiri. Dengan memanfaatkan konsep mekanika, maka instrumentasi dapat berjalan dengan fungsi yang diinginkan. Teknologi instrumentasi dari masa ke masa juga semakin canggih, terbukti dengan semakin berkembangnya konsep Internet of Things (IoT). “Instrumentasi Fisika menjadi pondasi dari berbagai industri.” Lanjut beliau menyimpulkan.

Riset sederhana

Seminar kedua lalu diisi oleh Pak Dudung (sebutan akrab Dr.rer.nat. Sparisoma Viridi), mengenai riset sederhana dengan memakai konsep fisika. Beliau memaparkan bahwa banyak hal dalam kehidupan sehari-hari yang “bernuansa” Fisika, yang dapat diteliti untuk mendapatkan manfaatnya. Beberapa yang dicontohkan beliau antara lain adalah Visualisasi Medan Magnetik dan Listrik serta Sistem untuk Memanfaatkan Sisa Kapur Tulis. Hal-hal tersebut amatlah mudah dan murah dilakukan, tapi tetap menggunakan konsep-konsep Fisika dasar yang telah dipelajari. Dan seminar terakhir diisi oleh Dr. Fourier mengenai Peran Siswa / Mahasiswa dalam Pengembangan IPTEK. Pak Fourier memaparkan beberapa prestasi siswa / mahasiswa di bidang IPTEK yang turut menyumbang prestasi bagi Indonesia di kancah internasional.

Dr.rer.nat. Sparisoma Viridi saat menyampaikan Seminar tentang Riset Sederhana

Demo Alat

Selain seminar, tentunya yang ditunggu-tunggu adalah demo dan presentasi alat dari 10 finalis terbaik Kompetisi RBL Eureka! ini. Masing-masing tim diberi waktu 20 menit untuk demo dan presentasi serta tanya jawab dari juri. Antusiasme penonton menambah semarak acara kali ini. Selain melalui demo alat, pengunjung juga bisa melihat hasil RBL finalis dengan mengamati poster yang ditempel di tengah-tengah Aula Barat.

Tim Barakallah saat mendemonstrasikan alat RBL

Setelah demo alat, lalu ditentukan para juara yang terdiri dari Juara 1, 2, 3, dan Juara Favorit. Juga ditampilkan video peragaan alat RBL Favorit. Dan setelah melalui diskusi yang cukup panjang, akhirnya ditentukan pemenangnya adalah sebagai berikut : Juara 1 dari Tim Volta Adinira (SMAN 1 Sumedang) dengan alat berjudul “RUFEL (Run for Electricity”, Juara 2 dari Tim Kangen Mas Roni (SMAN SBBS Sragen) dengan alat berjudul “Charger Baterai NiMH Alternatif dari Modifikasi Pemeras Kain Pel”, Juara 3 dari Tim Phoenix (SMAN 3 Malang) dengan alat berjudul “B-Thermal Ventilator”, serta Juara Favorit diraih oleh Tim Endeavour (SMA Islam Nurul Fikri Serang) dengan alat berjudul “Alarm Motor 2 Perlindungan dengan Remote Wireless”. Masing-masing jaura berhak atas sejumlah uang, piala, dan sertifikat penghargaan.

Para Juara berfoto di depan panggung Eureka!

(Wildan)