Back to 1201 : Eratkan Hubungan Alumni dengan Mahasiswa Fisika ITB

ITB, 7 November 2015 – Bertempat di Ruang Staff Baru Program Studi Fisika, Sabtu (7/11) telah diadakan acara “Kembali ke 1201” yang merupakan acara tahunan IAFI ITB dengan mengundang alumni Fisika ITB lintas angkatan untuk bisa berkumpul bersama, bertepatan dengan ITB Alumni Homecoming. Acara ini sendiri terlaksana berkat kerja sama antara IAFI (Ikatan Alumni Fisika) ITB yang saat ini dipimpin oleh Pak Dawam dengan Program Studi Fisika. Tidak hanya mengundang alumni, mahasiswa aktif Fisika ITB juga hadir dalam acara yang dikemas sederhana namun berkesan ini.

Di awal sambutannya, Bu Widayani selaku Kaprodi Fisika ITB menyampaikan bahwa Fisika ITB kini telah memiliki banyak program studi baru (S2 dan S3). Begitu juga dengan jumlah mahasiswanya, kian bertambah dari tahun ke tahun, baik dari segi kuantitias maupun kualitas yang sudah berstandar internasional. Menurutnya, IAFI menjadi wadah alumni lintas angkatan di Fisika ITB untuk saling bersilaturrahmi juga untuk berbagi pengalaman kepada adik-adik mahasiswa yang masih belum terbayang pekerjaan lulusan fisika. Selain itu, Pak Dawam menambahkan, bahwa dengan adanya silaturrahmi juga membantu pihak program studi fisika ITB jika diadakan penilaian akreditasi internasional, karena salah satu poin penilaian adalah hubungan baik dengan alumni. “Hubungan dengan alumni baik, penilaian bisa tinggi. Selain itu, lulusan Fisika pun berpeluang besar bisa bekerja di konstruksi, BMKG, BATAN, dan banyak lainnya. Banggalah menjadi lulusan fisika ITB,” cerita beliau.

Tidak hanya sekedar bersilaturrahmi, acara kali ini juga diisi oleh 2 sosok alumni Fisika yang telah berkiprah di bidang pekerjaannya masing-masing. Yang pertama adalah Pak Yusmar Anggadinata (FI ’82), Direktur Human Capital & Pengembangan PT Wijaya Karya, Tbk. PT Wijaya Karya sendiri menjadi pihak yang berperan dalam pembangunan kereta cepat Jakarta – Bandung atau yang disebut High Speed Railway (HSR). Beliau mengatakan bahwa proyek ini merupakan instruksi Presiden, tetapi tidak boleh menyerap anggaran APBN. “Berarti ada peran swasta dan investasi di proyek ini,” ujar Pak Angga.  Jakarta – Bandung yang berjarak sekitar 150 km,  melalu proyek HSR ini akan menghubungkan Stasiun Gambir dengan Stasiun Gedebage. Bila berjalan lancar, akhir tahun 2018 pembangunannya akan selesai, dan tahun 2019 siap digunakan secara massal.

Diharapkan akan muncul peluang ekonomi baru yang akan menciptakan banyak lapangan kerja untuk masyarakat setempat. “Infrastruktur untuk menggerakkan ekonomi. Karena selama ini kegiatan ekonomi berpusat di Jawa, makanya tidak usah pakai APBN. Pulau Jawa pakai investasi usaha saja. Tahun 2030, harus ada kota-kota baru untuk mengembangkan pusat-pusat ekonomi selain kota-kota besar di Pulau Jawa.” Di akhir penjelasannya, Pak Angga juga menyinggung peluang ITB untuk turut serta dalam proyek ini, termasuk pembangunan ITB Walini.

Pembicara kedua merupakan “tokoh senior” Fisika ITB sekaligus salah satu pendiri ELKAHFI yaitu Pak Muzakki (FI ‘76) yang memberi kuliah umum tentang “Menikmati Kehidupan Tanpa Kompetisi.” Maksudnya adalah masuklah pada bidang dimana orang lain tidak bisa masuk sehingga kita akan cenderung tanpa kompetisi. Beliau bercerita bahwa dulu masuk ITB berumur 32 tahun. Karena cukup “tua” sebagai mahasiswa baru, beliau harus belajar lebih keras untuk menyesuaikan dengan jiwa-jiwa muda pada saat itu. Kini beliau purna sebagai salah satu dosen pengajar di Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR.  Beliau yang sangat humoris menyampaikan nasehat sederhana tentang berbahagialah dalam menikmati hidup yang cuma sekali ini.

Pada saat sesi istirahat, diadakan pemaparan sekilas mengenai program kerja HIMAFI ITB yaitu Beasiswa Cinta HIMAFI. Beasiswa tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa Fisika ITB yang kesulitan dalam pembiayaan, baik uang kuliah ataupun biaya hidup. Selain itu juga dipaparkan mengenai kompetisi RBL Eureka! ITB yang juga diadakan oleh HIMAFI ITB. Setelah itu diadakan sesi foto bersama antar alumni Fisika ITB dan dirilis juga rencana perbaikan Ruang 1201, salah satu ruangan bersejarah milik Fisika ITB.