Kuliah Lapangan ke Pusat Reaktor Serba Guna (PRSG) BATAN

Serpong, 25 November 2014, Kegiatan kuliah lapangan ini merupakan bagian dari aktifitas kuliah pilihan di program studi Fisika dari mata kuliah FI4141 (Instrumentasi Nuklir) dan mata kuliah FI4142 (Termal Hidrolika dan Keselamatan Nuklir). Peserta kuliah lapangan ini berjumlah 25 orang yang bertujuan untuk mengetahui reaktor nuklir secara langsung dari mulai bagian desain reaktor, operasi dan cara kerja yang berkaitan dengan teras reaktor, sistem instrumentasi dan thermal hidrolika dan keselamatan nuklir. Beberapa bagian dari kuliah dapat dilihat secara detail atau ditanyakan langsung aplikasinya dalam sebuah reaktor riset. Kegiatan kuliah lapangan ini dilakukan dengan mengunjungi tiga fasilitas utama yaitu teras reaktor, fasilitas istrumentasi nuklir dan fasilitas thermal hidrolika. Sebelum mengunjungi fasilitas-fasilitas tersebut, peserta kuliah mendengar gambaran umum pendahuluan reaktor serba guna (RSG)-GAS BATAN ini terutama berkaitan dengan sistem teras reaktor, instrumentasi, sistem thermal hidrolika dan sistem keselamatan reaktor riset ini.

                           

                          

Aktivitas Kunjungan ke RSG BATAN

Dari informasi resmi laman BATAN dijelaskan bahwa Reaktor Nuklir Serba Guna G.A. Siwabessy (RSG-GAS) yang dibangun di kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK) Serpong merupakan salah satu fasilitas yang dimiliki oleh BATAN. RSG-GAS dikelola dan dioperasikan oleh Pusat Reaktor Serba Guna (PRSG). Dari struktur organisasi Badan Tenaga Nuklir Nasional, PRSG berada di bawah Deputi Kepala Bidang Pengembangan Teknologi dan Energi Nuklir. Tugas pokok PRSG sesuai KEPPRES No.197 tahun 1998 adalah Melaksanakan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Reaktor, Pengoperasian Reaktor RSG-GAS, Melakukan Pelayanan Iradiasi, serta Bertanggungjawab terhadap Keselamatan yang ditetapkan oleh Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional.

Reaktor Serba Guna dibangun sejak tahun 1983, setelah dicapai kritis pertama pada 27 Maret 1987, kemudian diresmikan oleh presiden RI pada tanggal 20 Agustus 1987. Akhirnya pada bulan Maret 1992 dicapai operasi reaktor pada daya penuh 30 MW. Fasilitas Reaktor Serba Guna digunakan selain untuk kegiatan-kegiatan penelitian di bidang ilmu dan teknologi nuklir juga untuk melayani kegiatan iradiasi nuklir.

Penelitian di bidang teknologi nuklir dititikberatkan pada penelitian di bidang bahan bakar nuklir, fisika reaktor, dan pelatihan teknisi reaktor, sedangkan pelayanan kegiatan iradiasi nuklir dilakukan untuk penelitian uji material dan produksi isotop. Pengguna fasilitas RSG diantaranya Universitas, Lembaga Penelitian, Masyarakat, dan industri (website BATAN/PRSG).