Kuliah Dosen Tamu: Gas Sensing – the state of the art and the novel technique of acoustic modulation

Bandung, 30 Mei 2014. Perkembangan teknologi serta kebutuhan akan sensor gas sangat pesat di dunia. Hal ini karena banyak peristiwa kecelakaan yang diakibatkan kebocoran gas marak terjadi, kecelakaan ini biasanya diakibatkan terlambat dalam mendeteksi terjadinya kebocoran gas sehingga menyebabkan ledakan dan kebakaran. Maka dari itu, sensor untuk mengetahui adanya kebocoran gas sangat diperlukan untuk menghindari kecelakaan sejenis. Pada saat ini  terdapat beberapa jenis sensor gas yang tersedia di pasaran, namun harga sensor tersebut masih relatif mahal dan kurang efektif sehingga hanya dapat digunakan di industri besar. Padahal kebutuhan  akan sensor gas ini sangat luas dari berbagai kalangan. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Prof. Dr. Martin Liess, seorang peneliti dari Applied Sciences Wiesbaden Russelheim Geisenheim Jerman, bekerja sama dengan salah seorang dosen fisika itb, Dr. Mitra Djamal, berusaha melakukan inovasi untuk mencari cara pembuatan sensor gas yang efektif dan murah.

Martin Lies memberikan kuliah mengenai ide pembuatan sensor gas tersebut. Bertempat di ruang Staff Baru gedung Fisika, pria dengan tinggi 180cm ini dengan bersemangat menjelaskan bahwa prinsip dasar pembuatan sensor gas ini sangat mudah dipahami. Desain sensor yang dibuatnya ialah dengan memanfaatkan prinsip referensi dan prinsip modulasi. Dengan prinsip referensi ini, sensor dapat berfungsi untuk mengukur kandungan gas dengan cara membandingkan sinyal gas yang diuji dengan sinyal dari gas referensi. Dalam menjelaskan prinsip ini, Liess menjelaskan dengan mengumpamakan prinsip referensi ini seperti prinsip Jembatan Wheatstone, hal ini karena teknik yang digunakan dalam sensor gas yang dikembangkan Liess serupa dengan prinsip yang dapat dijelaskan dengan konfigurasi jembatan Wheatstone.

Pada kuliah yang dihadiri oleh sekitar 20 orang  mahasiswa sarjana, pascasarjana, serta dosen Fisika ITB ini, Liess memaparkan juga Ide mutakhir dalam mengembangkan prinsip modulasi dalam sensornya,  ide tersebut adalah dengan digunakanya gelombang suara(akustik) untuk memodulasi gas, ide ini terinspirasi dari peristiwa Ruben’s tube dan merupakan metode baru dalam peningkatan sensitivitas dalam sensor gas. Gelombang suara yang merupakan gelombang mekanik dimanfaatkan untuk memodulasi tekanan gas yang akan diuji. Dengan digunakanya teknik ini diharapkan dapat menghasilkan sensor gas yang lebih baik dibanding sensor yang memanfaatkan modulasi dengan Sinar (biasanya dengan sinar inframerah).